Oleh: Faoziduhu | Juli 20, 2012

MENANGGAPI MASALAH DENGAN DOA (Nehemia 1:1-11)


Pendahuluan:
Jendral Patton adalah jendral terbaik sepanjang abad 19. Ialah jendral sekutu paling cemerlang yang berhasil mengobrak-abrik pasukan Jerman dari Afrika Utara, Italia, Belgia, Perancis hingga ke jantung pertahanan pasukan Jerman di negerinya sendiri. Di bawah pimpinan Jenderal George Patton pada Perang Dunia II, Laskar Ketiga yang dipimpinnya, berhasil memukul mundur tentara Nazi sampai kabut dan hujan memaksa pasukan tersebut untuk berhenti. Lalu Patton menelepon seorang pendeta tentara dan bertanya, “Apakah Anda punya doa yang bagus mengenai cuaca?” Pendeta itu segera memenuhi permintaan jenderal tersebut. Ia menulis sebuah doa, dan kemudian Patton memerintahkan agar doa itu dicetak dan dibagikan kepada 250.000 orang prajurit di bawah pimpinannya. Ia menyuruh mereka berdoa agar cuaca menjadi cerah.
Jenderal Patton seorang pemimpin yang luar biasa. Pengalaman perangnya sungguh luar biasa. Ia seorang jenderal yang ditakuti lawan dan disegani oleh kawan. Beberapa kali Patton selamat dari berbagai bahaya, serangan musuh, juga konspirasi jahat dari rekan-rekannya yang iri dan dengki kepadanya. Namun semua kehebatan dan pengalaman itu tidak membuat Patton bersandar pada kehebatan dan kemampuan yang dipunyai dan dialaminya. Dalam berbagai kesempatan, ia membuktikan bahwa ia seorang yang bergantung kepada Tuhan.
Hal yang sama juga dialami oleh Nehemia. Nehamia adalah seorang buangan yang tinggal di puri Susan. Yang istimewa adalah nehemia seorang yang dipercaya oleh Raja. Ia bertugas mengurus minuman raja. Pada waktu itu, tidak semua orang dipercaya untuk menghidangkan anggur bagi raja. Apalagi jika ia berasal dari bangsa lain, yang bukan babel. Namun nehemia mendapatkan kepercayaan dan posisi penting. Sebab Ia memiliki akses langsung kepada baginda raja dan keluarganya. Kita tidak mengetahui dengan jelas riwayat hidup nehemia secara lengkap, termasuk perjalanan karirinya sampai menjadi juru anggur raja. NAMUN YANG PASTI NEHEMIA ADALAH SEORANG PENDOA SYAFAAT. Tidak diragukan bahwa Nehemia adalah seorang pendoa. Pada waktu ia menjadi seorang kepercayaan raja hingga ia menjadi pemimpin pembangunan Yerusalem. Jelas nehemia adalah seorang pendoa syafaat. Ia seorang yang setia dan tekun berdoa. Tidak hanya disaat-saat butuh pertolongan ia berdoa. Ketika semua berjalan baikpun Nehemia tetap berdoa.
Bagaimana Nehemia bisa mengembangkan pelayanan doa yang luar biasa seperti ini, mari kita belajar dari nast kita ini: Pada suatu ketika, Hanani dan beberapa orang dari Yehuda datang ke puri Susan. Perjumpaan dengan Hanani tentu sangat menggembirakan bagi nehemia. Orang yang hidup di perantauan atau jauh dari tanah kelahiran, akan sangat senang bertemu dengan orang yang berasal dari tempat kelahiran. Apakah yang dilakukan oleh Nehemia, ketika bertemu dengan Hanani? Apakah ia menceritakan sejumlah prestasi yang telah diraihnya di kerajaan? Apakah ia menceritakan pengalaman-pengalamannya sehingga ia sampai pada sebuah jabatan prestisius sebagai kepercayaan raja? Apakah ia menceritakan kebanggan-kebanggan pribadinya? Atau ia menceritakan pergumulan hidupnya di negeri orang?
Ternyata tidak. Dalam ayat 2, dikatakan “aku menanyakan kepada mereka tentang orang-orang yahudi dan juga tentang Yerusalem.” Nehemia justru menanyakan teman-teman sebangsanya yang terluput dari pembuangan dan juga tentang Yeruselem. Nehemia ternyata begitu peduli dengan kondisi orang yahudi dan juga Yeruselem. Posisinya yang penting di kerajaan tidak menyebabkan nehemia merasa menjadi orang yang nyaman dan merasa puas dengan diri sendiri. Ia tidak egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Nehemia justru bertanya dan ingin tahu tentang Israel. Kita tahu bahwa bangsa Israel dan bangsa pilihan Tuhan. Yeruselem adalah merupakan pusat dari agama dan bahkan Yeruselem dianggap sebagai symbol kehadiran Tuhan di tengah umatNya. Sebab di Yeruselem berdiri bait Tuhan yang suci. Yeruselem juga merupakan symbol dari isrel itu sendiri. Namun dosa dan ketidak taatan bangsa itu, menyebabkan kota itu dihancurkan dan penduduknya dibuang. Keberadaan kota dan penduduk Yeruselem telah menjadi PUSAT PERHATIAN NEHEMIA. Sehingga pokok pembicaraan penting pertama ketika bertemu dengan Hanani adalah Yerusalem dan orang Israel yang luput. Nehemia selalu MEMBUKA MULUTNYA UNTUK BERTANYA, MEMBUKA TELINGANYA UNTUK MENDENGAR, MEMBUKA MATANYA UNTUK MELIHAT DAN MEMBUKA HATINYA UNTUK PEDULI dengan hal-hal yang ada di sekitarnya. Inilah rahasia seorang pendoa. Seorang pendoa adalah seorang yang peduli dengan dunia sekelilingnya. Orang yang peduli dengan dunia sekelilingnya adalah orang yang mau mengetahui, mau bertanya, mau melihat, mau mendengar situasi sekelilingnya. Tanpa kepedulian dengan dunia sekitar bagaimana seseorang bisa berdoa? HAL APAKAH YANG AKAN DI DOAKANNYA? Ada suatu mitos yang masih melekat pada banyak orang sampai hari ini, yaitu bahwa seorang yang memiliki kehidupan dioa yang bagik adalah seorang yang beraskese. Artinya orang tersebut menjauh dari masyarakat, meninggalkan dunia ini, bertapa, menyendiri dan berdoa. Paham seperti ini pernah menjadi cirri khas gereja pada abad-abad pertengahan. Para biarawan dan biarawati, biasanya hidup terpisah dari masyarakat, menjauh dari dunia dan mereka mengembangkan tarekat berdoa yang “katanya” luar biasa. Pertanyaannya, hal apakah yang mereka doakan, jika mereka tidak pernah mau melihat, mendengar, bertanya dan membukan hati kepada masalah-masalah dunia sekeliling mereka. Jika kita menjadi pendoa syafaat yang dipakai oleh Tuhan, maka kembangkanlah sikap peduli dengan dunia sekitar kita. Mari kita belajar untuk bertanya, mendengar, melihat dan membuka hati terhadap hal-hal disekitar kita, sehingga kehidupan doa kita menjadi dinamis. Banyak orang menjadi jenuh berdoa, sebab yang di doakan itu-itu saja, kurang spesifik, tidak jelas bahkan ada yang berdoa begitu mengambang, sangat umum.
Nehemia tidak saja mengembangkan sikap mau peduli, namun kehidupan doanya didasari dengan kehidupan doa yang benar. Ia bukan orang yang sembarang berdoa. Ia tidak berdoa dengan ngawur. Ia mengenal bagaimana berdoa dengan benar. Di dalam ayat 5-11, kita melihat sikap yang ditunjukkan oleh nehemia, sehingga doanya adalah doa yang benar. pertama, Ia berdoa dengan kesungguhan hati (4), Kedua, ia berdoa dengan hati yang penuh penyesalan dan kerendahan hati (5-7), Ketiga, ia berdoa dengan iman akan janji-janji Tuhan (8-9), dan keempat ia berdoa dengan tulus dan penuh kejujuran (10-11). Doa yang benar adalah doa yang memperkenankan hati Allah. Dalam Alkitab, kita berkali-kali menemukan teguran terhadap doa yang tidak benar atau doa yang salah. Tuhan Yesus mengecam sikap doa yang salah dalam Matius 6:5-8. Yakobus juga mengatakan “atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa.” (Yakobus 4:3). Doa yang salah adalah doa yang tidak memperkenankan hati Tuhan dan doa yang tidak memperkenankan hati Tuhan tentu tidak akan dijawab atau dikabulkan.
Hari ini banyak orang berdoa ngawur dan tidak benar. Pertama, Ada orang yang berdoa tidak dengan kesungguhan hati. Mereka berdoa karena rutinitas, seremonial. Mereka berdoa asal-asalan. Kedua, ada orang yang berdoa dengan kesombongan. Ia memberikan perintah kepada Tuhan dan Tuhan dijadikan seperti “bawahan” yang tunduk kepada kemauan kita. Bahkan doa yang sombong ini sering disertai dengan ancaman atau iming-iming kepada Tuhan. Ketiga, ada orang yang berdoa dengan penuh keraguan. Orang yang tidak mempercayai Tuhan dalam hidupnya, akan selalu ragu kalau berdoa. Keempat, ada orang yang berdoa tidak jujur. Banyak hal yang tidak diungkapkan. Mengapa? Mungkin karena ia sendiri tidak tahu apa yang dia mau doakan, atau karena ia beranggapan bahwa TUHAN SUDAH TAHU SEMUANYA. JADI TIDAK PERLU BERDOA JUJUR. Ada juga yang salah mengerti tentang maksud Tuhan dengan doa bertele-tele. Doa bertele-tele adalah doa yang memiliki motivasi untuk dipuji dan dihormati. Tidak ada salahnya kita berdoa panjang dan lama, asal hati kita jujur dan murni di hadapan Tuhan. Anda ingin kehidupan doa yang luar biasa. Milikilah sikap peduli dengan keadaan sekitar anda. Namun tidak hanya itu, berdoalah dengan benar di hadapanNya.


Responses

  1. semoga aku bisaaa berdoa dengan sungguh2 :))
    artikel yang bagusss :))

    • Puji TUhan kalau jadi berkat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: