Oleh: Faoziduhu | Februari 3, 2012

TULANG-TULANG YUSUF


Saudara mungkin heran ketika membaca kitab Keluaran. Disitu dikatakan bahwa orang Israel, ketika keluar dari Mesir, ikut membawa tulang-tulang Yusuf ke tanah Kanaan (Keluaran 13:19). Pemindahan tulang-tulang itu sendiri atas permintaan Yusuf sebelum meninggal (Kejadian 50:25). Setelah mereka sampai di tanah Kanaan, mereka menguburkan tulang-tulang Yusuf tersebut di Sikhem di tanah yang dibeli Yakub dengan harga seratus kesita dari anak-anak Hemor, Bapa Sikhem, sebab tanah itu memang telah ditentukan bagi bani Yusuf menjadi milik pusaka suku tersebut.
Namun persoalannya, apakah memindahkan tulang-tulang orang mati diperbolehkan atau tidak oleh Tuhan? Kalau kita membaca Taurat maupun aturan-aturan lainya, jelas bahwa memindahkan tulang tidak dilarang. Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama tidak memberikan larangan untuk sebuah kegiatan pemindaan tulang belulang orang yang sudah meninggal dunia. Yusuf meminta supaya tulang-tulangnya di kubur di Kanaan karena keyakinannya bahwa Tuhan akan memberikan mereka sebuah tanah yang dijanjikan dan bahwa Mesir bukanlah tanah perjanjian itu tetapi Kanaan. Paling tidak membawa tulang belulang dari Mesir ke Kanaan cukup memberikan kontribusi dalam perjalanan di padang gurun yang penuh tantangan. Seperti kita ketahui bahwa orang Israel yang sering putus asa dan ingin kembali ke Mesir.
Nah, dalam konteks Kekristenan hari ini. Memindahkan tulang belulang jelas tidak dilarang. Tulang adalah bagian dari Tubuh kita yang paling awet. Oleh sebab itu tulang belulang masih memungkinan untuk dipindahkan. Ada beberapa kebudayaan tertentu yang terbiasa memindahkan tulang belulang. Misalnya kebudayaan Batak. Tulang belulang dipindahkan dikarenakan beberapa alasan. Pertama, supaya tulang belulang dari keluarga tertentu yang terpisah-pisah bisa disatukan. Misalnya supaya tulang belulang ayah bisa disatukan(dikubur dekat) dengan kakek dan nenek. Kalau kompleks makam berdekatan akan sangat memudahkan ketika berziarah dan juga memudahkan dalam perawatan. Kedua, supaya anak-anak ingat dengan leluhur atau orang-orang yang sudah meninggal. Dalam kebudayaan tertentu pemindahan tulang belulang dilaksanakan dengan pesta besar dan menghabiskan anggaran yang cukup mahal.
Namun memindahkan ulang belulang bukanlah keharusan. Jadi tulang belulang bisa dipindahkan juga bisa tidak dipindahkan. Tergantung kebutuhan. Kebudayaan tertentu yang lain melarang pemindahan tulang belulang orang mati. Disamping karena tahayul juga dianggap tidak perlu. Tetapi kalau ditanyakan apakah kekristenan mengizinkan pemindahan tulang belulang orang mati, jawabannya adalah diperbolehkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: