Oleh: Faoziduhu | Desember 31, 2011

MASA DEPANMU SUNGGUH ADA DAN HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG


Mengakhiri tahun 2011 dan mengawali tahun 2012, paranormal dan situs tentang ramal-meramal sangat laris manis. Banyak orang ingin meramal nasibnya ditahun 2012. Banyak orang ingin mengetahui hal apakah yang akan terjadi di dunia ditahun 2012 ini. Akankah semua berjalan seperti yang diharapkan atau justru sebaliknya. Apakah tahun 2012 membawa keberuntungan ataukah kerugian. Demikian seterusnya. Pada dasarnya semua manusia ada perasaan ingin tahu tentang apa yang akan terjadi ke depan. Hal apakah yang akan menimpa dirinya; kejadian apakah yang akan dialaminya, entah itu yang baik atau buruk. Jika keingintahuannya itu terpenuhi maka ia akan bersikap menghadapinya.
Perhitungan shio dan berbagai ramalan lainnya sangat mempengaruhi hidup manusia yang percaya kepadanya. Yang percaya bahwa ada hari baik dan buruk; ada tahun keberuntungan atau tahun kesialan. Perhitungan dan ramalan-ramalan semacam ini menjadi dasar bagi penentuan bulan dan tanggal bahkan jam pernikahan demikian juga pendirian rumah, pemakaman, memulai usaha atau bisnis dan seterusnya. Orang yang percaya dan bergantung pada ramalan bisa lebih “gila” lagi. Mereka melakukan hal-hal yang kecil dan spesifik berdasarkan ramalan-ramalan tersebut.
Orang yang mempercayai ramalan pada umumnya demikian dihantui oleh ketakutan-ketakutan. Baik sebelum mendengar ramalan maupun sesudah mendengar ramalan mereka yang disebut paranormal itu. Mereka demikian takut kalau-kalau peramal akan menyampaikan ramalan yang buruk sebab pada umumnya setiap ramalan selalu ada peringatan tentang hal-hal negatif yang akan terjadi. Jadi sebenarnya keingintahuan yang sudah terjawab itu justru tidak mendatangkan sukacita sebaliknya ketakutan dan kekuatiran.
Apakah orang Kristen boleh percaya kepada ramalan? Jawabannya tidak. Imamat 19:31 dengan tegas berkata “Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.” Dalam ayat 26 dikatakan demikian “Janganlah kamu makan sesuatu yang darahnya masih ada. Janganlah kamu melakukan telaah atau ramalan.” Demikian juga perintah Tuhan dalam Ulangan 18:14, “Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.” Tuhan sendiri memberikan kecaman dan hukuman yang berat “Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.”(Imamat 20:6).
Jadi jelaslah kepada kita bahwa ramalan adalah sesuatu yang dilarang dan bahkan mendapatkan sangsi yang sangat keras di dalam Alkitab. Umat Tuhan dilarang dengan keras mempercayai dan bertanya kepada para peramal apapun alasannya. Mungkin kita bertanya demikian. Bukankah dalam Alkitab ada banyak ramalan-ramalan yang berasal dari Tuhan? Memang benar dalam Alkitab ada banyak ramalan. Terutama ramalan tentang kedatangan Mesias. Namun ramalan dalam Alkitab benar-benar berasal dari Tuhan. Ramalan dalam Alkitab lebih tepat kita sebut nubuat sebab nubuat bersifat pasti, tidak meleset dan tidak mungkin gagal. Nubuatan itu berasal dari Tuhan dan disebut Firman dari Tuhan dan Nubuatan yang adalah Firman Allah itu pasti akan digenapi. Firman Tuhan sudah genap dalam Alkitab. Karena itu tidak ada lagi ramalan atau nubuatan yang baru yang diklaim sebagai berasal dari Tuhan. Ramalan atau nubuatan dengan alasan apapun bahkan yang rohani sekalipun tidak dapat ditolerir.
Kalau demikian, dimanakah kita menambatkan sauh kita dan menaruh harapan kita? Tentu hanya kepada Tuhan. Bukan kepada ramalan-ramalan palsu dan tidak pasti. Dalam Firman Tuhan ada janji yang luar biasa. “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23:18). Ini janjiNya yang luar biasa atas kita. Masa depan yang disediakan dan harapan yang akan terwujud. Tuhanlah yang memberikan kita masa depan. Masa depan berbicara soal waktu (chronos dan Kairos). Tuhan berikan kita waktu-waktu hidup. Tetapi juga janji bahwa harapan yang akan terwujud. Harapan adalah mimpi, keinginan, cita-cita. Harapan tidak ada artinya tanpa masa depan dan masa depan tidak bermakna tanpa harapan. Keduanya sama penting dan terkait satu sama lain.
Nah, kalau Tuhan sendiri sudah menjanjikan masa depan yang ada, hal apakah yang kita kuatirkan dan takutkan? Mengapa kita harus mencari ramalan lain lagi? Apakah kita meragukan relevansi janji Tuhan kepada kita? Jika Tuhan menyediakan masa depan yang sungguh ada dan harapan yang tidak akan hilang. Berarti ada kemungkinan harapan-harapan atau cita-cita kita bisa hilang. Jawabannya ya. Kalau demikian, bagaimana supaya harapan itu tidak hilang? Atau dengan kata lain, bagaimana supaya harapan-harapan kita dapat terwujud. Jawabannya dapat dilihat dalam Amsal 24:14. Dengan mengitip frase yang sama, Amsal 24 menekankan sebuah syarat supaya harapan itu akan terwujud yaitu hikmat. Hikmat atau bijaksanalah modal untuk mencapai harapan. Tanpa bijaksana, harapan-harapan akan sangat sulit terwujud. Jika demikian, bagaimana kita mendapatkan Hikmat? Amsal 1:7 mengatakan “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.”
Jadi takut akan Tuhan adalah merupakan kunci utama untuk bisa meraih impian dan harapan. Persoalannya, benarkah kita hidup takut akan Tuhan? Apakah bukti bahwa hidup kita dekat dengan Tuhan, mengasihi Tuhan, berpaut kepada Tuhan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: