Oleh: Faoziduhu | Desember 25, 2011

TRADISI NATAL YANG BAIK PERLU DILESTARIKAN


Salah satu tradisi natal yang paling populer sebelum peralatan telekomunikasi dengan tekhnologi seperti Hp dan sebelum jaringan social seperti facebook membumi dan merakyat yaitu berkirim kartu Natal. Kartu Natal adalah salah satu ikon natal penting selain pohon natal dan sinterklas. Di seluruh dunia menjelang natal orang sibuk berkirim kartu natal kepada para kenalan, saudara dan rekan kerja. Baiklah sebelum kita membahas hal ini lebih jauh, ada baiknya kita sedikit belajar tentang sejarah munculnya tradisi berkirim kartu natal. Sumber penting untuk hal ini dapat kita akses dari Wikipedia.com.
Kartu Natal komersial yang pertama dicetak di London atas perintah Sir Henry Cole di tahun 1843. Kartu dilukis John Callcott Horsley, menggambarkan sebuah keluarga termasuk seorang anak kecil yang terlihat sedang minum anggur. Ide mencetak kartu Natal terbukti cemerlang, sekitar 1.000 lembar kartu laku dijual dengan harga 1 shilling per lembar. Pada mulanya kartu Natal buatan Inggris jarang menampilkan gambar-gambar bertema keagamaan atau musim dingin. Kartu lebih menonjolkan gambar bunga, peri dan gambar-gambar menarik lain yang mengingatkan musim semi. Kartu Natal berkembang menjadi berbagai macam ukuran dan bahan kertas. Berbagai macam gambar juga menjadi populer, seperti gambar binatang atau anak kecil yang lucu-lucu. Louis Prang adalah seorang penerbit yang pertama kali mencetak kartu Natal komersial di Amerika Serikat. Kartu Natal yang diproduksinya begitu populer sampai muncul kartu tiruan berharga murah yang akhirnya menyebabkan Louis Prang bangkrut. Kepopuleran kartu pos sempat mengungguli ucapan selamat dalam bentuk kartu. Kepopuleran kartu Natal baru kembali di tahun 1920-an, dan kali ini dijual berikut amplopnya. Tradisi mencetak kartu Natal kenegaraan dimulai Ratu Victoria di tahun 1840-an. Kartu Natal Gedung Putih pertama kali dicetak tahun 1953 semasa pemerintahan Presiden Dwight Eisenhower (Sumber Wikipedia.com)
Terlepas dari aspek bisnis yang menggiurkan dari kartu natal, ada makna penting yang sebenarnya terkandung dari tradisi berkirim kartu natal. Berkirim kartu natal sebenarnya alternative paling efektif dan efisien untuk memudahkan manusia mengucapkan selamat natal kepada orang lain. Akan sangat sulit bagi kita untuk bisa mengunjungi dan mengucapkan selamat kepada semua orang yang kita kenal. Selain alasan ekonomis juga karena alasan waktu. Berkirim kartu natal adalah altenatif memecahkan masalah waktu, tempat dan dana. Dengan berkirim natal kita bisa membangun komunikasi dan tali persahabatan dengan orang-orang yang kita kasihi dan kenal. Waktu saya masih duduk di bangku kuliah 13 tahun yang lalu, saya dan teman-teman punya tradisi yang sama. Berkirim kartu natal. Ada satu komentar kalau ada teman-teman dekat yang tidak berkirim kartu natal yaitu “apakah teman tersebut masih hidup?” sebuah pertanyaan nyeleneh dan lucu. Namun sebenarnya begitu penting bagi teman-teman ini. Berkirim kartu natal adalah pertanda bahwa teman tersebut masih hidup.
Sekarang ketika tekhnologi makin canggih, lambat laun tradisi kartu natal ditinggalkan dan digantikan dengan berkirim SMS atau menulis status di jejaring social. Menyampaikan ucapan selamat lewat jejaring social atau media telekomunikasi selain murah tetapi juga sangat cepat. Bahkan berhubungan dengan face to face bisa dilakukan melalui media telekomunikasi yang semakin memudahkan kita. Masalahnya maukah kita melestarikan tradisi mengucapkan selamat natal ini entah apapun dan bagaimanapun caranya? Ditengah-tengah gempuran semangat individualistis dan egoisme yang melanda dunia, adakah kita tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan lebih dari itu nilai kristiani kita untuk terbuka, peduli dan terus membangun komunikasi dengan orang lain. Berapa banyak orang yang mendapat berkat melalui ucapan salam dari kita.
Mengakhiri tulisan ini, saya hendak menekankan satu hal. Bahwa tradisi mengucapkan selamat natal melalui kartu atau melalui media tekhnologi komunikasi janganlah menjadi alasan untuk menghindari mengucapkan langsung selamat natal dan bertemu langsung dengan orang-orang yang disekitar anda. Jangan sampai anda mengirim kartu natal kepada orang-orang yang tempat tinggalnya masih satu blok dengan anda; jangan sampai anda mengirim kartu ucapan natal kepada orang-orang yang masih satu gereja dengan anda (kecuali anda tidak ketemu). Alangkah indahnya kalau anda mengucapkannya secara langsung ketimbang berkirim surat atau SMS. Alangkah lebih tepatnya kalau anda menjabat tangannya sambil tersenyum dan berkata “selamat hari natal.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: