Oleh: Faoziduhu | November 12, 2011

MENYIMPAN DAN MERENUNGKAN HAL-HAL YANG BAIK DAN BENAR (Lukas 2:19)


Pendahuluan:
Diakui atau tidak manusia adalah mahluk yang suka menyimpan. Apa saja yang kita suka simpan? Pertana-tama Uang. Jaman dahulu orang suka simpan uang dibawah atau di dalam kasur atau di bawah bantal. Kalau sekarang orang menyimpan uangnya di bank karena lebih aman. Selain uang ada lagi surat berharga. Sekarang orang suka simpan kertas-kertas atau surat-surat berharga karena surat-surat itu sangat penting bagi kita. Apalagi? Ya, orang suka menyimpan benda-benda berharga seperti emas. Namun tidak hanya yang berharga. Manusia juga suka menyimpan benda-benada kenangan, yang kalau diuangkan tidak ada nilainya. Namun karena itu kenangan, maka hal itu disimpan. Saya punya Alkitab yang sudah tua dan kumal yang selalu saya simpan dan kadang saya pakai dalam pelayanan atau ketika saat teduh pribadi. Anak saya sering heran karena Alkitab itu masih saya simpan, padahal saya sudah memiliki Alkitab baru. Beberapa bagian dari Alkitab lama itu sudah robek, sampulnya sudah jelek, dan kadang entah disengaja atau tidak anak saya suka bersin kalau saya membukanya. Pertanyaannya mengapa Alkitab itu masih saya simpan? Karena Alkitab itu punya kenangan sendiri bagi saya. Anda juga mungkin mengoleksi benda-benda kenangan dari istri, suami, orang tua atau orang yang anda kagumi. Apa lagi yang suka disimpan orang? Ya, istri. Istri simpanan, suami simpanan. Tren jaman sekarang yang tidak puas dengan satu pasangan membuat mereka melakukan dosa perselingkuhan atau yang lebih ekstim menikah diam-diam sehingga memiliki isteri atau suami simpanan
Latar Belakang:
Dalam nast yang kita baca diatas, dikatakan bahwa Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya. Saudara kata ini 2 kali di ulangi dalam Alkitab, dalam dua peristiwa yang berbeda dan dilakukan oleh satu orang yakni Maria. Pertanyaannya, peristiwa atau perkara apa yang disimpan oleh Maria? Apakah perkara-perkara buruk? Oh tidak! Maria memang mengalami banyak peristiwa yang buruk. Namun
Maria tidak suka menyimpan perkara yang buruk yang dia lihat, dengar atau dia alami. Lalu apa? Maria menyimpan segala beristiwa yang baik yang ia dengar, ia lihat dan ia alami bersama Tuhan. Tetapi tidak hanya menyimpan, namun juga merenungkan. Artinya Maria tidak hanya menyimpan untuk dilupakan, tetapi Maria menyimpan untuk diingat, dipikirkan, dhayati dan kemudian dari menyimpan dan merenungkan itu, Maria dipenuhi oleh syukur kepada Allah. Bahkan lebih dari itu, Maria di dorong untuk mempercayai Allah yang terus berkarya di dalam dunia ciptaanNya.
Penerapan:
Hal apakah yang kita suka simpan dan renungkan dalam hidup kita?
@ apakah peristiwa-peristiwa buruk di masa lalu, yang membuat hati kita tidak tenang, yang membuat kita kehilangan sukacita dan membuat hidup kita tidak sejahtera?
@ apakah hal-hal yang kita alami atau sedang kita alami hari ini? Yang membuat kita menjadi demikian kuatir dan takut?
@ apakah kebencian, dendam, sakit hati, kekecewaan dan kepahitan yang membuat kita tidak ada damai dan justru membuat kita penuh dengan ketakutan?
Mari kita seperti Maria, yang menyimpan segala perkara yang baik, yang Tuhan sudah buat, Tuhan sudah kerjakan dalam hidup kita.
@masalahnya kita ini sering lupa dengan segala kebaikan Tuhan.
@masalahnya kita sering menganggap remeh dan menganggap biasa semua hal yang Tuhan buat.
Lebih dari itu, mari kita lebih suka menyimpan dan merenungkan Firman Tuhan dalam hidup kita tiap hari. Dari pada kita menyimpan berita gossip dan issu yang tidak tentu kebenarannya; dari pada kita menyimpan perkara-perkara yang tidak berguna. Mari kita menyimpan Firman Tuhan dalam perbendaharaan hati kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: