Oleh: Faoziduhu | Juli 26, 2011

BAGAIMANA MARAH DAN BAGAIMANA MENGENDALIKAN MARAH


BAGAIMANA SUPAYA BISA MARAH?
Di tengah-tengah krisis ekonomi saat ini, kondisi jiwa kita memang kadang terganggu. Situasi pekerjaan yang sulit, pendapatan yang menurun, harga kebutuhan yang semakin meningkat bisa saja membuat emosi kita terganggu. Salah satu dari sekian macam bentuk emosi kita yang ikut terganggu akibat keadaan krisis hari ini adalah marah. Orang menjadi gampang marah, gampang tersinggung, gampang meledak-ledak menghadapi situasi kondisi yang sulit ini.
Itulah sebabnya saya merasa penting bagi kita untuk membekali diri supaya kita mampu menjadi orang yang bijaksana dan mampu mengendalikan diri di tengah-tengah situasi yang sulit. Krisis memang sulit dibendung tetapi karakter kita bisa ter-asah melalui berbagai krisis semacam ini. Mungkin saudara agak kaget dengan judul diatas, khususnya kalimat pertama, bagaimana marah. Memang kita seringkali mengkonotasikan kemarahan sebagai sebuah bentuk dosa. Kalau orang marah maka pasti orang tersebut melanggar Firman Tuhan. Padahal, kalau kita menyelidiki Alkitab secara teliti, maka sesungguhnya Alkitab tidak melarang kita marah. Kemarahan menurut pandangan Alkitab adalah sebuah bentuk emosi yang sangat wajar dan manusiawi. Setiap orang bisa marah. Kemarahan adalah sebuah bentuk respon terhadap sesuatu yang kita anggap tidak benar, tidak wajar. Sesuatu yang menyakiti kita atau menyakiti orang lain. Oleh sebab itu ketika Paulus berkata “apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu “(Efesus 4:26) sebenarnya Paulus tidak melarang kita untuk marah. Tetapi yang dilarang adalah kemarahan yang bisa menyebabkan kita berdosa. Berikutnya kemarahan yang dilarang adalah kemarahan yang berlarut-larut atau kemarahan yang berkepanjangan. Tuhan Yesus juga menunjukkan kepada kita sebuah peristiwa ketika Ia marah dengan menjungkir balikkan meja penukar uang di halaman bait suci. Sebuh sikap emosi yang jelas. Ia sangat marah. Bagi banyak orang tindakan Tuhan yang benar ini dianggap sebuah sikap marah kudus. Nah.. oleh sebab itu kemarahan sebenarnya sesuatu yang diperbolehkan.
Masalahnya, memang ada orang yang tidak bisa marah. Atau mungkin lebih tepatnya menutupi kemarahannya. Menurut para ahli ilmu jiwa sebenarnya semua orang bisa marah, namun banyak orang dengan latar belakang masa lalu tidak mampu mengungkapkan kemarahan mereka. Kemarahan semacam ini disebut dengan kemarahan yang tersebunyi karena tertutupi oleh topeng-topeng. Maksudnya begini. Ada orang yang memang dibentuk dalam sebuah keluarga bermasalah. Ketika ia masih kanak-kanak, ia bertumbuh menjadi orang yang ingin diterima oleh semua orang. Oleh sebab itu ia selalu berusaha bersikap baik terhadap semua orang, supaya semua orang bisa menerima dirinya. Caranya bagaimana? Ia berusaha tidak marah ketika ia disakiti, ia berusaha tetap gembira dan menyenangkan semua orang. Padahal, sebenarnya hatinya begitu tersiksa. Walaupun harga dirinya direndahkan, sering dihina, sering dimarahi tetapi ia tidak membalas dengan kemarahan. Ia selalu membalas perlakuan negative terhadap dirinya dengan tersenyum dan berusaha menutupi kemangkelan, kejengkelan dan kemarahannya. Inilah yang dimaksud dengan topeng-topeng. Kemarahannya di tutupi dengan topeng senyum dan gembira. Padahal orang semacam ini sangat menderita bathinnya. Teman-teman, keluarga, rekan kerja bahkan orang-orang disekitarnya kadangkala memanfaatkan “kebaikan” hati orang semacam ini. Mereka seringkali menjadikannya bahan tertawaan, bahan guyonan, tempat pelampiasan unge-uneg bahkan pelampiasan kemarahan, sebab toh, ia akan menerimanya dengan tertawa dan senyum.
Padahal hati orang yang menutupi kemarahannya ini sangat tertekan. Di depan orang ia terlihat ceria, namun ketika ia sendirian ia bisa menangis dan menjerit karena tidak bisa mengungkapkan kemarahannya di depan orang lain. Cukup banyak fakta menunjukan bahwa orang yang tertekan, akibat tidak bisa mengekspresikan isi hatinya mengakhiri penderitaan mereka dengan bunuh diri. Namun masih untung kalau suatu ketika, orang tersebut marah besar. Maksudnya emosinya bisa tersalur tidak mampet seperti orang yang bunuh diri tadi. Kita sering kali melihat orang yang semula pendiam, kelihatan sabar, murah senyum tiba-tiba marah besar bahkan sangat brutal. Sikap demikian sebenarnya merupakan kumpulan kemarahan yang terpendam yang bertumpuk-tumpuk dan membesar, ibarat gunung es yang suatu ketika akan meletus dan mengagetkan banyak orang.
Nah, kalau begitu bagaimana caranya supaya topeng-topeng itu dibuang? Bagaimana caranya supaya kita dengan jujur mengungkapkan emosi kita secara bijak? Atau bagaimana orang yang tertekan karena menutupi kemarahannya bisa menjadi marah, supaya hatinya bisa plong? Pertama-tama, tanamkan dalam diri anda bahwa tidak semua orang harus menyukai anda atau tidak semua orang setuju dengan anda. Penerimaan diri kita tidak diukur dengan banyaknya orang yang suka atau setuju kepada kita. Ingat bahwa diri kita diterima bukan berdasarkan topeng-topeng kita tetapi berdasarkan apa adanya kita. Oleh karena itu anda harus menerima fakta bahwa suatu ketika anda ditolak, anda tidak diterima oleh orang lain. Kedua, tanamkan dalam diri anda sendiri bahwa lebih berharga diterima oleh Allah daripada diterima manusia. Maksud saya, tidak berarti anda menjadi seenaknya hidup. Namun anda harus menanamkan sebuah prinsip penerimaan Allah terhadap diri anda. Ingat Tuhan tidak mencari dan menerima anda berdasarkan kebaikan dan topeng anda, tetapi apa adanya anda.
Ketiga, mulailah belajar mengungkapkan emosi anda secara cerdas. Misalnya kalau anda tidak suka diperlakukan semena-mena oleh orang lain, kalau anda mulai diremehkan, kalau anda di marahin untuk sesuatu yang bukan kesalahan anda, atau kalau anda dijadikan bahan guyonan, katakan secara tegas perasaan anda. Misalnya anda berkata demikian, “Saya tersinggung dengan perkataan anda atau perkataan kalian. Saya kali ini agak marah. Perlakuan kalian atau anda terhadap saya cukup keterlaluan. Saya tidak bisa terima.” Ingat, ketika anda mengatakan kalimat ini, jangan tersenyum atau selingi dengan tertawa. Nanti anda dipikir bercanda. Katakan dengan mimik dan wajah yang serius. Ingat! dengan mengungkapkan emosi anda, anda akan dihargai oleh orang lain dan mereka di waktu yang lain akan memperhitungkan untuk mempermainkan anda dan perasaan anda bahkan tidak lagi mempermalukan anda. Mungkin untuk pertama kali anda agak sulit mempraktekkan hal ini dan anda berkata, ”ah sudahlah biarkan saja mereka memperlakukan saya demikian. Memang nasib saya sudah begini” lalu anda pakai topeng lagi dan anda berkata “saya tidak bisa, saya tidak mampu.” Ingat ! hidup anda tidak akan berubah. Anda akan mengalami tekanan dan sengsara seumur hidup. Ketika anda mengatakan kalimat yang tegas dan anda berhasil mengatakannya, ingat! Jangan menyesal dengan perkataan itu. Seringkali orang yang tidak biasa marah, pada suatu ketika bisa mengungkapkan emosi kemrahannya menjadi menyesal dan merasa menyakiti hati orang yang mendengar perkataannya itu, lalu orang itu sibuk minta maaf sana-sini. Saya rasa tidak perlu minta maaf. Anda sudah mengungkapkan perasaan anda, kemarahan anda dan ketidak sukaan anda dan mereka harus menerima hal itu. Ingat juga bahwa mereka juga bisa mengungkapkan kemarahan mereka kepada anda tanpa harus merasa menyesal dan minta maaf. Kecuali kalau anda memakai kata-kata makian, kata-kata jorok atau yang sejenisnya. Kalaupun ada orang yang kemudian komplain terhadap anda dengan perkataan anda yang tegas itu, tidak perlu menyesal dan minta maaf. Katakan saja bahwa itulah perasaan anda dan anda harus mengungkapkannya.
Bagi anda yang tidak biasa marah, belajarlah mengungkapkan kemarahan anda dengan tegas dan jelas. Berikut ini kalimat-kalimat yang anda bisa pergunakan, “anda sudah membuat saya tersinggung.” “menurut saya, perbuatan anda tidak benar. Buktinya …….Anda sudah merusak semuanya, buktinya….” “saya tidak bisa terima diperlakukan seperti ini. Tolong hentikan guyonan anda, saya tersinggung dan saya lagi marah.” Tidak apa-apa anda mengatakan kalimat-kalimat demikian. Perhatikan bahwa kalimat anda harus tegas. Tidak ragu-ragu. Kalimat anda juga harus jelas. Tidak menimbulkan salah penafsiran. Mungkin untuk pertama kalinya kalimat anda agak terkesan kasar, tidak apa-apa. Lain kali anda harus mengungkapkan dengan baik dan lugas. Belajar untuk mengungkapkan kemarahan memang tidak gampang, perlu latihan terus menerus dan tidak boleh putus asa.
Kalau tetap anda tidak bisa mengungkapkan kemarahan anda secara baik. Anda mungkin perlu melakukan terapi. Terapi yang saya maksud adalah terapi pribadi. Letakkanlah sebuah kursi kosong di depan anda dan marahilah kursi itu. Anggap saja orang yang menyakiti anda itu sedang duduk di kursi itu dan anda bebas memarahinya. Tapi terapi ini jangan terus menerus. Kalau anda sudah bisa mengungkapkan marah terhadap kursi tersebut, sekarang belajarlah untuk mengungkapkan kemarahan anda secara langsung kepada orang tersebut. Ingat kemarahan tetap harus cerdas, tegas dan jelas.
BAGAIMANA SUPAYA BISA MENGENDALIKAN MARAH
Kebalikan dari orang yang tidak terbiasa marah, adalah orang yang sangat gampang marah. Emosinya meledak-ledak dan kadangkala tidak terkontrol. Orang semacam ini biasa memakai kata-kata yang tidak sepantasnya, kata-kata yang kasar atau jorok dan sangat melukai orang lain. Nah, bagaimana caranya supaya kita (jika tergolong tipe orang yang suka marah), bisa mengendalikan diri kita dari kemarahan. Dalam kitab Galatia dikatakan bahwa salah satu buah roh adalah pengendalian diri. Setiap orang percaya yang sudah lahir baru wajib berusaha untuk mengendalikan kemarahannya.
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu kita kembangkan dan praktekkan jika kita ingin mengendalikan kemarahan kita. Pertama, ingat bahwa mulut dan hati kita adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu pakailah mulut dan hati ini untuk kemuliaan Tuhan. Jangan pakai mulut ini dengan kata-kata kotor yang memalukan nama Tuhan. Janganpula nodai hati ini dengan kebencian dan amarah yang menyala-nyala. Kedua, ingat bahwa kemarahan kita bisa melukai hati orang lain. Bagaimana kalau kita seperti mereka. Belajarlah untuk memahami perasaan orang lain (sekali lagi, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang tidak bisa mengungkapkan kemarahan ). Ketiga, janganlah marah sampai berlama-lama. Usahakan kemarahan harus diredakan. Keempat, kemarahan tidak boleh diungkapkan dengan kata-kata jorok, tidak boleh dingkapkan dengan cara-cara yang merusak. Kelima, selidiki mengapa anda marah. Dengan menyelidiki kenapa anda marah, anda bisa menyimpulkan apakah anda pantas untuk marah atau tidak. Jangan-jangan justru anda yang seharusnya dimarahi. Keenam, klarifikasi masalah dengan jelas. Kadangkala kemarahan kita dipicu oleh persoalan yang sebenarnya tidak jelas.
Kelima, saya akan memberikan beberapa tips bagaimana anda mengendalikan amarah anda. Pertama, dengan cara tarik napas. Ini cara yang umum dilakukan. Biasanya ketika emosi marah lagi memuncak, kepala/otak kita kehabisan oksigen, sehingga wajah memerah dan kepala terasa panas. Oleh sebab itu tariklah napas dalam-dalam supaya oksigen yang mampet mengalir ke otak. Kedua, dengan menghitung satu sampai sepuluh. Kalau anda menghitung 1-10 lama kelamaan konsentrasi pikiran dan amarah anda akan beralih ke pada hitungan 1-10 dan hal itu akan mengembalikan kesadaran anda sendiri. Ketiga, pergilah dan cari udara segar serta pemadangan yang indah. Dengan menghirup udara segar dan melihat pemandangan yang indah anda akan merasa segar.
Keempat, berdoalah di dalam hati. Ketika anda marah mintalah Tuhan memberikan kekuatan kepada anda untuk bersabar dan menolong anda untuk bisa mengendalikan diri anda dengan baik. Kelima, Menyanyilah dalam hati supaya kemarahan anda bisa reda. Keenam, pergilah mencari hiburan yang positif. Misalnya menonton lawakan atau hiburan yang bermanfaat. Selamat mencoba.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: