Oleh: Faoziduhu | Juli 18, 2011

MENOLONG ORANG LAIN DENGAN PERKATAAN KITA


Sebagian kita mungkin merasa ribet dan berat untuk menolong orang lain yang lagi bergumul dengan hidupnya. ” Apa yang bisa saya buat? Saya tidak mampu! Saya tidak punya uang untuk menolongnya, saya tidak punya tenaga untuk berbuat sesuatu meringankan bebannya.” Demikianlah ungkapan-ungkapan yang sering kita sampaikan ketika menyaksikan orang lain kesusahan. Rasanya kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Tenaga tidak punya, kemampuan finansial apalagi. Kalau demikian, apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita kemudian menjadikan alasan-alasan tadi sebagai pembenaran untuk tidak berbuat apa-apa? Sungguh naif kalau kita bersikap demikian. Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sesama terlebih buat saudara kita seiman untuk meringankan beban hidup mereka. Salah satunya dengan perkataan kita.
Kata-kata memang demikian besar kuasanya. Yakobus mengatakan dengan lidah atau perkataan kita, kita bisa mengendalikan seluruh tubuh kita. Perkataan itu seperti kemudi yang sangat kecil yang dapat mengendalikan seluruh kapal. Perkataan kita seperti api yang dapat membakar dan menghanguskan, perkataan kita juga dapat menjalankan roda kehidupan, perkataan bisa menjadi air yang sangat menyejukkan sebaliknya perkataan kita bisa menjadi mata air yang pahit yang mengecewakan. Kata-kata menurut Yakobus dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.
Apa yang bisa kita lakukan dengan perkataan kita? Dengan lidah kita? Tergantung kita. Mari kita menggunakan kata-kata kita untuk menolong orang lain. Mungkin kita tidak bisa membantu orang dengan tenaga atau uang kita. Namun kita bisa melakukannya dengan perkataan kita. Kita menghibur, menguatkan orang lain dengan perkataan kita. Mari kita menjadi motivator Kristiani yang baik bagi orang lain. Hari ini banyak orang membutuhkan tidak hanya sekedar dukungan finansial atau tenaga fisik kita, tetapi juga kata-kata kita. Oleh sebab itu membiasakan dan menumbuhkan tradisi berbicara yang penuh makna dan yang membangun adalah sesuatu yang penting dalam keluarga dan gereja. Anak saya yang kedua punya kebiasaan dan kegemaran menggambar. Yang sering mengusik saya adalah setiap selesai menggambar ia selalu memperlihatkan hasil karyanya kepada saya. Kalau dia lagi suka-sukanya menggambar dan kebetulan saya ada dirumah apalagi kalau saya ada kesibukan pekerjaan. Dia bisa menggambar di 10 lembar kertas. Jadi bayangkan saja betapa “mengganggunya” dia dengan 10 kali memberikan laporan hasil karyanya setiap kali selesai menggambar.
Apa yang harus saya lakukan? Apakah membentaknya supaya tidak mengganggu pekerjaan saya? Apakah saya menghina hasil karyanya supaya kemudian ia patah semangat dan tidak mau lagi menggambar sehingga ujung-ujungnya saya di utungkan sebab ia tidak mengganggu saya? Apa yang harus saya lakukan? Untungnya saya minta ia menyelesaikan 10 lembar gambarnya baru menyerahkan kepada saya. Pada waktu ia menyerahkan hasil karyanya itu, tanpa melihatpun saya langsung memuji gambarnya. Pada suatu ketika saya sangat terkejut sebab ia menggambar karikatur saya kemudian disampingnya ada gambar hati dan disampinya ada gambar karikatur dirinya. Saya begitu kaget karena untuk anak seusia dia sudah punya imajinasi kuat seperti itu dan yang lebih mengejutkan sekaligus menegur saya adalah gambar hati yang sandingkan dengan karikatur saya tersebut. Apakah saya benar mengasihi anak saya? Dengan memujinya secara tulus? Dengan mendorongnya untuk lebih baik lagi berkarya dengan kata-kata saya? Mari membiasakan mengeluarkan kata-kata yang tulus yang membangun, menguatkan, menghibur orang lain mulai dari keluarga dan lingkungan terdekat dengan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: