Oleh: Faoziduhu | Juli 11, 2011

MENYOAL PENINGKATAN SUMBER DAYA APARATUR PEMERINTAH DAERAH NIAS BARAT


Sudah beberapa bulan pemerintahan baru pilihan rakyat NISBAR melaksanakan tugasnya. Kita memang tidak bisa menuntut terlalu berlebihan dan terlalu banyak untuk pemerintah baru. Disamping usia tugas yang masih hitungan bulan juga sistem pemerintahan akibat pemekaran yang tergolong sangat-sangat muda menjadi alasan mengapa kita tidak bisa berharap banyak. Sehingga ibarat orang baru membangun, fondasinya dulu yang penting baru bagian bangunan lainnya yang menyusul menjadi prioritas. Maka jangan heran jika banyak keluhan-keluhan, berbagai ketimpangan, macam masalah dan juga berbagai harapan belum terwujud. Kita tidak bisa menjadi demikian idealis dengan berbagai tuntutan harus begini dan begitu untuk pemerintahan yang baru seumur jagung. Tidak mudah menata dan mengelola pemerintahan baru dengan rezim yang baru. Sekali lagi tidak semudah membalik telapak tangan.
Sebaliknya hal ini janganlah menjadi pembenaran dan alasan bagi pemerintah untuk berleha-leha dan tidak berjuang dengan keras memulai meletakkan dasar pembangunan NISBAR. Semua harus optismis walau tidak harus idealis. Segala harapan dan mimpi masayarakat NISBAR yang berdomisili di daratan Nias maupun yang ditanah rantau tentu harus diwujudkan secara bersama-sama. Masyarakat dan pemerintah berjuang membangun NISBAR. Slogan HASAMBUA adalah tema penting yang perlu terus diusung dan disuarakan membangun Nias Barat. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan, pemilik kewenangan dan tentu pemilik SDM dan sumber daya keuangan menjadi poros bagi pembangunan. Aparatur negara mulai dari Bupati hingga RT dan RW harus berpacu bekerja keras mewujudkan mimpi bersama, kesejahteraan masyarakat NISBAR.
Persoalannya, apakah semangat untuk membangun dan berpacu memberikan yang terbaik dalam pelayanan masyarakat dimiliki oleh semua aparatur pemerintah daerah kita? Pertanyaan ini harus tentu perlu dijawab oleh masing-masing aparatur negara kita. Kita berharap jawabannya tidak hanya dalam bentuk pernyataan namun dalam bentuk tindakan pelayanan dan juga pelaksanaan tugas-tugas mereka sebagai pelaksana pembangunan. Semangat kepala daerah dan para pejabat daeranh untuk membangun tidak akan menjadi kenyataan jika tidak ditunjang oleh aparatur pemerintahan dibawahnya. Kepala daerah hanyalah penentu kebijakan namun pelaksananya terletak kepada mereka yang duduk di jawatan dan bahkan sampai kepada pelaksana tekhnis di lapangan. Misalnya dalam hal program seratus hari pemerintahan NISBAR apakah bisa terlaksana dengan baik? Apakah semua lini dan level pemerintahan berjuang mewujudkan program tersebut? Apakah hanya sebatas kebijakan di level atas? Mudah-mudahan dan kita harus berpikir positif bahwa kebijakan dan program tersebut dapat diimplementasikan oleh semua aparatur pemerintahan NISBAR.
Apakah pemerintah telah melakukan survey dan terus menerus mengukur berbagai target dan pencapaian pembangunan, secara khusus dalam seratus hari pemerintahan baru ini? Apakah aparatur pemerintah memiliki kesanggupan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang digariskan oleh kepala daerah dalam bentuk berbagi program rill yang realistis-inovatif dan kreatif. Sekali lagi biarlah pemerintah yang memberikan jawabannya. Namun yang jelas kemampuan SDM aparatur pemerintahan perlu terus dibenahi dan ditingkatkan. Sehingga semua kebijakan dan program-program pemerintah dapat dilaksanakan dan terwujud. Pertama-tama, semangat etos kerja aparatur pemerintah harus ditingkatkan. Saya demikian kagum dan tentu setuju dengan bentuk pengawasan yang dilakukan oleh bupati NISBAR terhadap bawahannya. Namun pengawasan dan disiplin kerja tidak akan ada gunanya jika tidak diimbangi oleh pemupukan kesadaran akan etos kerja, trasformasi paradigma berpikir dan bertugas dari yang biasa dilayani masyarakat menjadi benar-benar pelayan masyarakat.
Kedua, kemampuan profesionalitas kerja sangat penting. Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam bidang-bidang tugas dan pemerintahan tertentu diisi oleh orang yang bukan ahlinya. Hal ini patut dimaklumi mengingat keterbatasan manusia dalam hal ini pegawai negeri di pemerintahan baru sebagai hasil pemekaran, sehingga di sana-sini terjadi tambal sulam. Namun kedepan, pemerintah harus tegas (tidak hanya berpikir realistis) menempatkan orang sesuai dengan bidangnya. Sekarang bukan saatnya memperdebatkan apa yang sudah lewat. Sudah waktunya aparatur pemerintah berbenah dan dengan giat meningkatkan keprofesionalan mereka dalam bertugas. Permerintah perlu menggandeng institus pendidikan didalam meningkatkan pendidikan dan ketrampilan aparatur pemerintahnya. Program-prorgam pembinaan dan peningkatan SDM pegawai yang terukur (maksud saya tidak hanya pembinaan biasa dengan maksud tertentu yang sifatnya temporal) perlu terus menerus dilakukan agar kualitas dan mutu kerja dan hasil-hasilnya memuaskan.
Ketiga, terakhir. Mentalitas dan integritas adalah hal yang penting diperhatikan dan ditingkatkan. Mentalitas dan integritas yang baik akan menjaga semua pemangku dan pelaksana kebijakan bekerja dengan jujur dan bersih. Oleh sebab itu pemupukan rohani dan spiritualitas keagamaan perlu dilakukan terus menerus tanpa henti. Godaan penyalagunaan kewenangan dan jabatan sangat besar dan menggiurkan. Tidak ada manusia yang kebal dengan godaan. Namun dengan mempertebal nilai-nilai keagamaan diharapkan menolong mereka yang berjuang di pemerintahan tetap terjaga integritas dan moralitasnya. Semoga. Selamat bekerja-melayani dan berjuang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: