Oleh: Faoziduhu | Juli 9, 2011

DOA KEJUJURAN


Setiap pagi maupun malam anak-anak, biasa kami ajak berdoa. Sebelum saya atau istri berdoa anak-anak kami minta berdoa secara bergantian. Mulai dari yang kecil Marvel kemudian yang besar Eltha. Marvel-lah yang paling bersemangat berdoa tiap harinya. Yang sering membuat geli adalah kalau ia berdoa. Ia paling sering dan paling banyak plus paling panjang mendoakan papanya. Kadang-kadang tidak pas tetapi ia mendoakannya dengan sangat serius. Misalnya kalau doa malam, ia biasa mendoakan saya supaya disertai Tuhan yang mau pergi pelayanan. Padahal waktu sudah jam delapan malam lewat. Tidak mungkin saya pergi merencanakan keluar pelayanan pada jam demikian, kecuali saat genting atau khusus. Namun itulah Marvel, ia selalu mendoakan hal-hal yang tidak pas. Kami sering dibuat geli dengan doa yang demikian. Yang saya tangkap dari doa yang tidak pas ini bukan apa yang dia doakan, namun niat dan ketulusan hatinya mendoakan orang lain. Saya pikir doa dengan niat yang tulus jarang kita temukan dalam doa orang-orang dewasa seperti kita.
Pada waktu saya beberapa bulan lalu kecelakaan, saya terkejut karena ia mendoakan supaya Tuhan menyembuhkan dan memulihkan saya. Jujur waktu itu saya sangat terharu dan meneteskan air mata. Bagaimana bisa anak saya yang masih kecil bisa berdoa demikian. Sama sekali tidak ada yang mengajarkannya demikian. Spontan dan sekali lagi jujur nan tulus. Doa semacam ini tentu lahir dari pengamatan, kepedulian dan kerinduannya supaya saya bisa sembuh. Doa-doa yang spontan yang lahir dari pengamatan dan kepedulian semacam ini mengalir begitu saja tanpa harus diajarkan. Ini memang doa yang tulus. Saya pernah terharu bercampur geli ketika ia mendoakan kakaknya yang telah memarahinya. Sekali lagi Doa yang tulus menyingkap hal-hal yang tidak terlihat. Doa malam itu dilanjutkan dengan diskusi hangat saya dengan kakaknya. Mengapa dan apa yang terjadi diantara mereka siang itu. Inilah doa kanak-kanak. Spontan, apa adanya. Doa memang tidak perlu dipelajari dan diajari. Doa lahir dari hati yang tulus yang hendak berbicara kepada Allah. Mengungkap isi hati dan mengungkap pengalaman pribadi bersama Tuhan sepanjang hari. Selamat berdoa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: