Oleh: Faoziduhu | Juni 28, 2011

BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH


Seorang penunggang kudamenunggangi kudanya ke daerah terbuka untuk mencari tempat dimana diabisa menambatkan kudanya. Sesudah melihat berkeliling, dia menemukansebatang tiang, menggali lubang, menancapkan tiang tersebut,menimbunnya dengan tanah dan menginjak-injaknya agar menancapkuat-kuat. Diapun berjalan menuju sungai yang tak jauh dari situuntuk minum , lalu sebelum pergi, dia berpikir “kubiarkan sajatiang ini disini agar penunggang kuda lain yang melewati tempat inipunya tempat untuk menambatkan kudanya.”

Pengunjung berikutnyabukan seorang penunggang kuda, melainkan seorang pengembara yangkebetulan melewati daerah yang sama. Ketika tiba di daerah terbukatempat tiang tersebut tertancap ditengah jalan ia berpikir “kalauada orang yang datang kemari pada malam hari, mungkin saja merekabisa menabrak tiang ini dan terluka.” Maka demi keselamatan oranglain, dia mencabut galah tersebut dan melemparkannya ke pinggirjalan.

Satu dua hari kemudian,seorang pemancing sedang berangkat ke sungai untuk memancing ikan.Ketika ia melihat galah yang tergeletak di pinggir jalan, ia segeramemungutnya dan membawanya ke tepi sungai. Di sana dia menggunakannyasebagai alas duduk untuk menghindari tanah yang berlumpur. Ketikaakan meninggalkan tanah tersebut, dia juga mempertimbangkan satu hal.”kutinggalkan saja tiang ini disini.” Pikirnya. “kalau adapemancing lain yang datang kesini, dia akan punya tempat kering untukdipakai duduk dan memancing.”

Beberapa saat kemudian,seorang tukang rakit tampak menyusuri sungai sambil mencari-caritempat untuk menambatkan rakitnya. Diapun melihat ada tiang ditanggul. Ia segera mendorong haluan rakitnya ke pinggir dan sepertipenunggang kuda, ia menggali lubang serta menanam galah tersebutsehingga dia bisa menambatkan rakitnya dengan aman. Ketika hendakmeninggalkan tempat itu, ia menunjukkan perhatiannya pada tukangrakit lainnya. “kutinggalkan saja tiang ini tertancap di tepisungai. Dengan begitu, siapapun yang sedang merakit menyusuri sungaibisa menggunakannya sebagai tempat menabrak yang aman.

Yang melintas berikutnyaadalah seorang penebang pohon. Sudah seharian dia mencari dahankering, tetapi yang dia dapat hanya dahan-dahan yang masih hijau.Ketika dia melihat ada tiang yang ditancapkan ditanggul sungaitersebut, dia berpikir demikian “benar-benar sepotong kayu keringyang cocok. Kayu ini pasti bisa terbakar dengan baik dan ibuku yangsudah tua akan tetap hangat selama musim dingin mendatang.” Diapunmemanggul galah tersebut, membawanya ke rumah ibunya danmemotong-motongnya.

Perhatikan cerita inibaik-baik. Setiap musafir telah memperlakukan tiang itu dengan tujuanyang sangat mulia dan mempertimbangkan musafir lain yang akan lewat.Mereka masing-masing melakukannya secara rasional dan praktis. Merekatelah memanfaatkan dan menggunakan tiang itu dengan baik. Namunperhatikan juga bahwa para musafir memiliki perbedaan di dalammemperlakukan tiang tersebut. Tiap orang memiliki persepsi sendiritentang tiang tersebut dan karena persepsi semacam inilah merekamelakukan tindakan yang berbeda terhadap kayu tersebut. Siapadiantara kita yang berani berkata bahwa musafir yang satu yang benarperspektif dan tindakannya sedangkan musafir yang lain salah?

Tidak dapat dipungkiribahwa di dalam gereja juga pasti ada perbedaan. Gereja hidup dengankepelbagaian. Ini sebuah kenyataan dan fakta. Kepelbagaian adalahsuatu kekayaan gereja yang harus di syukuri bukan diratapi. Kepelbagaian yang saya maksud adalah kepelbagaian dalam hal kehidupandan latar belakang kehidupan masing-masing jemaat. Ada yang tua adayang muda, ada yang pernah mengenyam pendidikan formal sampai perguruan tinggi dan ada yang – maaf – mungkin hanya lulusansekolah dasar bahkan mungkin tidak pernah mengenyam pendidikanformal, ada yang kaya ada yang hidupnya serba pas-pasan, danberbagai kepelbagaian lainnya.

Sama halnya denganbangsa kita yang kaya dengan kepelbagaian dan karena itu terciptalahkeperbedaan di sana-sini, demikianpula halnya dengan gereja. Latarbelakang kehidupan yang berbeda membentuk pola berpikir, sudut padangatau cara pandang dunia bahkan perilaku yang berbedapula. Nah, dalamkeperbedaan inilah sering sekali terjadi ketegangan atau konflik yangjika tidak bisa di kelola dengan baik akan menjadi bencana yangsangat besar bagi gereja. Kekayaan kepelbagaian yang seharusnyamenjadi berkat, justru menjadi kutuk. Jujur harus diakui bahwaperbedaan-perbedaan yang muncul dalam gereja dan seringkali berujungpada konflik, lebih banyak disebabkan oleh berbagai hal yangsebenarnya sifatnya sangat sederhana. Bukan sesuatu yang mutlak.Seperti halnya soal tiang tadi. Bukankah masalah tiang sebenarnyamerupakan masalah yang tidak perlu diperdebatkan sehingga menimbukankonflik berkepanjangan tentang bagaimana memanfaatkannya? Tetapiitulah dinamika dalam gereja. Konflik lebih banyak disebabkan olehperbedaan-perbedaan sepele. Justru untuk hal-hal yang mutlak dansangat prinsip seringkali tidak ada ketegangan dalam gereja. Ini memang aneh tetapi nyata bukan?

Kisah rasul pasal limabelas menceritakan kepada kita dua cerita konflik yang dudukpersoalannya berbeda dan cara penyelesaiannya berbeda sama sekali.Konflik pertama disebabkan oleh masalah ajaran. Golongan Yahudi yangsudah Kristen menginginkan supaya orang Yunani yang masuk Kristenharus di sunat. Menurut mereka sunat adalah sesuatu yang mutlak. Jika mereka tidak memenuhi tuntutan hokum sunat, maka mereka tidakdapat diselamatkan. Tetapi Paulus dan kelompoknya menentang pendapatini. Dikatakan “dengan keras melawan dan membantah pendapat ini.” Disini kita melihat ada perbedaan mendasar mengenai doktrin.Perbedaan yang berujung pada konflik tentang sesuatu yang mutlak danabsolut. Nah, yang menarik, justru perbedaan yang sangat serius yangberujung pada konflik ini akhirnya dapat di selesaikan dengan baik.Para rasul dapat menemukan solusi yang terbaik. Perundingan menemukankonklusi bahwa ajaran Tuhan yang benar adalah bahwa kita diselamatkanbukan karena sunat tetapi hanya karena kasih karunia oleh iman. Iniajaran Tuhan yang sangat mutlak dan absolute. Ajaran yang tidak bisadikompromikan atau ditukar dengan ajaran apapun. Mengapa saya katakanmenarik? Sebab kelompok yang tadinya memutlakkan sunat akhirnya bisamenerima keputusan ini. Ini luar biasa bukan?

Namun konflik yangkedua, masih dalam pasal yang sama adalah konflik persepsi antarapaulus dan banrnabas. Keduanya memiliki perbedaan pandangan tentang Yohanes markus. Barnabas berpendapat bahwa Yohanes Markus ada baiknyadiberi kesempatan sekali lagi untuk turut dalam pelayanan mereka.Tetapi Paulus memiliki persepsi yang berbeda. Paulus tidak lagipercaya kepada Yohanes markus. Kedua perbedaan persepsi ini kemudianmenimbulkan ketegangan yang luar biasa bagi keduanya. Lukas mencatatbahwa “hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam.” Sehinggakeduanya akhirnya bubar. Tim yang solit yang selama ini begitumenjadi berkat akhirnya jalan sendiri-sendiri.

Perhatikan bahwa titikpersoalan antara Paulus dan Barnabas bukanlah sesuatu yang mutlak.Bukan soal pengajaran atau doktrin. Sesuatu yang sebenarnya sepeledan sangat sederhana. Namun masalah yang sederhana ini tidakmenemukan titik temu. Konflik dalam hal perbedaan persepsi berakhirtragis. Persepsi yang bertolak belakang dan tidak menemukan jalankeluar berujung pada tindakan yang saling bertolak belakang pula.Barnabas tetap membawa Yohanes Markus sedangkan Paulus membawa Silasbersamanya mengunjungi siria dan kilikia. Sebagian orang melihatkonflik yang berakhir tidak baik dan berujung pada perpecahan tim inidari kacamata positif. Sebab walaupun keduanya berpisah dan dengandemikian membentuk tim-tim misi yang baru, pelayanan misi tetapjalan. Justru melalui kejadian ini injil kerajaan Allah semakinberkembang. Memang benar, setelah pesitiwa itu, Kekristenan terusberkembang. Tetapi mengatakan bahwa kekristenan berkembang karenapersitiwa konflik yang tidak terselesaikan adalah sebuah pemikiranyang menyesatkan. Mengatakan bahwa Injil semakin tersebar karenaterjadinya perpecahan antara Paulus dan Barnabas adalah sebuahpandangan yang salah besar.

Perkembangan gereja,penyebaran Injil kerajaan Allah yang semakin giat pasca konflik itu,sama sekali tidak disebabkan oleh kegagalan Paulus dan barnabas menyelesaikan konflik intern mereka sendiri. Jika gereja bisaberkembang dan Injil makin tersebar, itu semua karena kemurahanTuhan. Peristiwa perkembangan gereja yang dicatat dalam Kisah rasultidak terjadi karena kebetulan, tidak juga terjadi karena konflikyang tidak terselesaikan, tetapi semua karena buah karya Roh Kudusyang terus menerus memimpin dan menyertai gereja Tuhan. Karena itusalah besar kalau ada orang yang mensyukuri perpecahan, keliru kalauada orang yang mengangkat jempol terhadap konflik yang tidakterselesaikan, apalagi konflik yang disebabkan oleh hal-hal yangsepele.

Bukan tidak kebetulan,Lukas mencatat dua peristiwa konflik itu dalam pasal yang sama ataudalam urutan kisah yang berdekatan. Melalui dua kisah konflik ini,gereja perlu belajar banyak hal menangani perbedaan, kepelbagaian,keberagaman, heterogenitas yang benar-benar ada dalam gereja. Memanguntuk sesuatu yang absolute dan mutlak tidak ada tawar menawar.Tetapi untuk sesuatu yang tidak mutlak atau absolute, semua bisadikompromikan dan dibicarakan. Segala sesuatu yang sifatnya praktisdapat dibicarakan dan dicari solusinya. Misalnya apakah petugaspenerima jemaat harus pakai dasi atau atau tidak, singer harus pakaibaju putih atau tidak, orang yang bertugas di mimbar boleh pakai bajubatik atau tidak.

Jika gereja bisamengatasi konflik dengan baik, jika gereja bisa meramu keperbedaanmenjadi potensi yang bisa dimaksimalkan bagi pekerjaan Tuhan, makagereja tentu akan semakin berkembang dan nama Tuhan dipermuliakanbukan. Sebaliknya, jika gereja tidak mampu menyelesaikan masalahnyadengan baik, maka bukan saja nama Tuhan dipermalukan, tetapi jugapekerjaan Tuhan bisa saja terhambat. Gereja tidak bisa menunaikanTugasnya dengan lebih baik di tengah-tengah dunia ini. Maka semboyankebangsaan kita, paling tepat jika tercipta di gereja kita. Bersatukita teguh bercerai kita runtuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: