Oleh: Faoziduhu | Juni 18, 2011

DIPERBAHARUI UNTUK MEMPERBAHARUI (Kolose 3:5-10, 14-16; Roma 12:2; Yohanes 17:15-19; Lukas 4:18-19)


Pendahuluan:

Pada bulan Oktober ini, tepatnya tanggal 31 Oktober, gereja selalu mengingat dan kemudian selalu memperingati persitiwa penting dalam sejarah gereja yang disebut dengan hari reformasi. Peristiwa reformasi merupakan tonggak awal berdirinya gerakan protestanisme atau gerakan reform yang melahirkan sejumlah aliran-aliran baru diluar gereja lama atau gereja katolik. Tetapi lebih dari itu, peristiwa reformasi merupakan suatu tonggak perjuangan kebenaran. Kebenaran melawan penyesatan, kebenaran melawan kebatilan, kebenaran melawan kejahatan.

Oleh sebab itu dalam menyambut hari reformasi ini, saya mengajak kita untuk merenungkan sebuah tema atau topic penting yaitu, diperbaharui untuk memperbaharui. Sdr, Thema ini sebenarnya merupakan slogan gereja reformasi mula-mula yang dikenal dengan slogan Semper reformata,  semper reformanda. Slogan ini mengandung makna  yang sangat dalam dan sangat penting.

Saya yakin sebagian besar dari kita punya KTP atau juga SIM. Surat-surat penting ini sangat berguna dalam hidup kita bermasyarakat. Namun KTP dan SIM ini, perlu terus menerus diperbaharui. Kecuali mungkin KTP bagi yang sudah lanjut usia. Mengapa perlu diperbaharui, supaya nagara memiliki data terbaru tentang kondisi penduduknya. Berapa jumlah yang meninggal, berapa jumlah yang pindah tempat atau masalah-masalah kependudukan lainnya. Oleh sebab itu pembaharuan data kependudukan penting.

Pembaharuan juga tidak hanya berlaku dalam urusan bernegara, tetapi pembaharuan juga perlu terjadi di dalam gereja. Oleh sebab itu dalam nast yang kita baca tadi paling tidak ada dua hal penting yang perlu kita renungkan bersama.

  1. A.    Tuhan ingin gerejaNya terus menerus diperbaharui.
    1. nast: Kolose 3:10
    2. LABEL:

–          Didalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus mengingatkan status orang percaya di Kolose. Bahwa di dalam Tuhan, mereka sudah menjadi manusia yang baru. Oleh sebab itu karakter dan perilaku mereka harus diperbaharui. Kebiasaan-kebiasan lama harus ditinggalkan atau dilepaskan.

–          Namun pembaharuan semacam itu tidak hanya terjadi sekali saja, tetapi perlu terus menerus, supaya gereja semakin serupa dengan Kristus.

–          Pembaharuan semacam ini akan mengakibatkan terjadinya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Roma 12:2 mengatakan ”berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Pembaharuan budi menghasilkan sebuah perubahan. Kata perubahan dalam ayat ini memakai kata metamorfosis, sebuah istilah yang umum dipakai dalam ilmu biologi. Ketika, ulat berubah menjadi kepompong dan kemudian berubah lagi menjadi kupu-kupu. Perubahan kearah yang lebih baik. Dari ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang indah. Dari ulat yang suka merusak tanaman menjadi kupu-kupu yang membantu penyerbukan tanaman.

  1. Penerapan:

–          Pertanyaannya sudahkah pembaharuan itu terjadi dalam hidup kita, dalam gereja kita hari ini? Mungkin kita berkata, saya sudah dibaharui ketika saya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Pembaharuan itu sudah cukup. Hidup saya tidak perlu diperbaharui kembali. Namun apakah benar demikian? Tidak! Hidup kita harus terus menerus diperbaharui. Terima Yesus tidak serta merta membuat kita menjadi suci dan tidak berbuat dosa atau kesalahan. Ada banyak karakter atau sifat-sifat kita yang perlu dirubah dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Saya mengamati seseorang jemaat saya yang dulu suka marah-marah dan bersifat arogan kalau bebrbicara. Namun setelah melalui proses waktu yang panjang sekali, akhirnya perlahan-lahan beliau banyak berubah. Saya tidak katakan sifatnya itu sudah otomatis hilang. Tidak. Kadang-kadang muncul, namun intensitasnya sudah berkurang dibandingkan dulu.

–          Mungkin kita berkata saya terus menerus diperbaharui oleh Tuhan, lewat FirmaNya. Namun adakah itu hanya sebuah mimpi, atau komitmen yang tidak pernah terwujud. Buktinya hidup kita tidak mengalami perubahan apa-apa. Atau mungkin berubah semakin buruk atau jahat. Setaip kali kita mendengar Firman dan Firman itu tegur kita, biasanya selalu ada komitmen dalam hati kita. Namun komitmen itu tidak pernah terwujud. Cuma mimpi ata khayalan saja. Untuk mewujudkan sebuah pembaharuan perlu tindakan dan kerelaan. Kerelaan untuk dibentuk oleh Tuhan.

–          Apakah gereja secara lembaga juga perlu diperbaharui terus menerus? Jawabannya ya. Kalau gereja secara pribadi perlu diperbaharui, maka gereja secara lembaga juga perlu diperbaharui. Banyak gereja yang tidak bisa maju atau justru mengalami kemunduran, karena tidak bersedia diperbaharui. Saudara, ada gereja yang keliru dalam penyampaian ajaran atau doktrin. Gereja semacam ini perlu diperbaharui. Ada gereja yang kurang dalam iman. Sedikit-sedikit takut, kuatir. Sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Gereja kami di Lawang memang terus berjuang antara iman dan kekuatiran. Kami bisa mendirikan dan mengembangkan SAPK sampai hari ini, semua karena anugerah Tuhan. Tetapi tanpa pembaharuan dalam iman, mustahil misi ini bisa tercapai. Seringkali gereja tidak mengenali kelemahannya dimana sehingga kelemahan itu dibiarkan dan  gereja tidak bisa berbuat apa-apa.

–          Apakah yang membuat pembaharuan sulit terjadi. Alasan paling utama adalah  karena gereja merasa dirinya sudah benar. Gereja yang merasa dirinya sudah sempurna, akan sulit diperbaharui oleh Roh Kudus. Pembaharuan memang tidak berarti hal-hal yang prinsip atau kebenaran penting dirubah. Namun hal-hal yang bersifat praktis itu perlu pembaharuan. Oleh sebab itu sangat penting bagi gereja untuk membuka diri kepada Tuhan untuk dibentuk sesuai dengan kehendakNya. Oleh sebab itu gereja perlu peka dengan kehendak Tuhan dan bukan menurut pada kehendak dunia ini.

  1. Ilustrasi:

Pada suatu hari saya kaget sekali sebab komputer saya rusak. Setelah dilihat oleh teman saya yang ngerti komputer, ia mengatakan komputer diserang oleh virus. Sayapun protes, kok bisa? Bukankah komputer saya sudah dilengkapi dengan anti virus. Teman saya menjawab bahwa antivirus di komputer saya sudah ketinggalan dan tidak pernah diperbaharui. Virus komputer terus berkembang dan makin canggih, oleh sebab itu antiviruspun harus diperbaharui supaya makin mampu melawan virus baru.

 

Saudara, saya mau katakan kalau hidup kita tidak diperbaharui terus menerus, maka kita, baik sebagai pribadi maupun gereja tidak akan mampu melawan serangan iblis yang akan menghancurkan kita dan gereja Tuhan.

 

  1. B.     Tuhan ingin gerejaNya terus menerus melakukan pembaharuan di dalam dunia ini.
    1. Nast : Lukas 4:18-19, Yohanes 17:18.
    2. LABEL:

–          Tuhan Yesus diutus kedalam dunia untuk menjalankan misi Allah, yaitu memperbaharui dunia yang telah dikuasai Iblis. Pembaharuan yang dilakukan Tuhan Yesus pada akhirnya akan membawa sebuah perubahan yang dapat dilihat dari tan-tanda kerajaan Allah di dunia ini. Tanda-tanda kerajaan Allah itu meliputi damai sejahtera, kebahagiaan, sukacita dan terciptanya nilai-nilai moral di bumi ini.

–          Namun tugas pembaharuan ini, diteruskan kepada kita. Tuhan tidak mengangkat kita tinggalkan dunia, tetapi justru mengutus kita kedalam dunia untuk membawa perubahan. Kita adalah agen perubahan itu sendiri. Agend perubahan itu meliputi pribadi-pribadi yang telah diselamatkan, maupun gereja sebagai institusi.

  1. penerapan:

–          Pertanyaannya adakah kita sadar bahwa kita adalah agen pembaharuan itu? Ataukah kita sudah cukup senang dengan status kita sebagai anak-anak Tuhan dan gereja Tuhan sebagai kaum pilihan Tuhan? Atau kita bangga dengan gereja kita yang megah dan persembahan kita yang banyak? Ataukah kita sudha merasa cukup senang dengan berbagai program-program gereja kita sendiri? Jika itu yang terjadi, maka gereja perlu bertobat dan melaksanakan tugasnya sebagai agen perubahan.

–          Pertanyaan kedua adalah, jika kita sudah sadar bahwa kita adalah agen pembaharuan, sudahkah kita melakukan pembaharuan dalam dunia ini? Ataukah kita merasa minder dan merasa kita tidak bisa/kita tidak mampu, ataukah kita takut melakukan pembaharuan dalam dunia ini. Ataukah kita merasa nyaman dengan zona aman di gereja kita masing-masing dan tidak berbuat apa-apa?

–          Terus terang saya sering merasa sedih bila melihat ada gereja yang megah, indah dan besar tetapi sekelilingnya kumuh. Gereja memang tidak salah dibangun megah dan besar, tetapi gereja perlu melakukan sesuatu dengan lingkungan sekelilingnya. Gereja perlu melakukan pembaharuan dengan dunia di sekitarnya.

–          Pembaharuan kita bisa lakukan mulai dari lingkungan terkecil. Keluarga, misalnya. Sudahkan kita memperbaharui kehidupan anggota-anggota keluarga yang lain. Anggota keluarga kita yang dulunya malas ke gereja sekarang menjadi rajin; yang dulunya suka judi-mabuk-mabukan sekarang sudah tidak demikian seterusnya.

  1. Ilustrasi: Kisah raja Yosia

Melakukan tugas pembaharuan, tidak gampang. Perlu komitmen, keberanian, ketekunan, konsistensi dan juga penyerahan hidup pada Allah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: