Oleh: Faoziduhu | Juni 18, 2011

GARAM DAN TERANG DUNIA (Matius 5:13-26)


1. Louis Braille dilahirkan pada 4 Januari 1809 di sebuah kota kecil di dekat Paris, Prancis. Ia tinggal bersama ayahnya, Simon Rene Braille dan ibunya, Monique, di sebuah rumah sederhana. Ayahnya seorang pembuat sepatu. Louis kecil senang sekali bermain di bengkel ayahnya. Pada usia 4 tahun, ketika asyik memainkan alat-alat kerja ayahnya, ia mengalami kecelakaan. Jara, alat tajam untuk melubangi kulit, secara tak sengaja melukai sebelah matanya. Infeksi di sebelah matanya yang terluka segera menjalar ke sebelah mata lainnya dan mengakibatkan kebutaan total pada kedua matanya.
Meskipun tidak bisa melihat, Louis kecil berhasil menunjukkan kemauan yang kuat untuk belajar. Orang tua Louis bersama guru sekolah setempat melihat potensi yang besar pada dirinya. Oleh karena itu, ketika memasuki usia sekolah, ia diizinkan mengikuti pelajaran di kelas – bersama teman-temannya yang berpenglihatan normal – dengan mengandalkan indra pendengaran. Ternyata, ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Satu-satunya kendala, ia tidak dapat membaca dan menulis pelajaran kecuali sebatas mendengarkan apa yang disampaikan gurunya secara lisan.
Pada usia 10 tahun, ia memperoleh beasiswa untuk belajar pada Royal Institution for Blind Youth di Paris, sebuah lembaga pendidikan khusus untuk anak-anak tunanetra. Di sana, ia belajar membaca huruf-huruf yang dicetak timbul pada kertas dengan cara merabanya. Karena ukuran huruf-hurufnya yang besar, ukuran bukunya pun terbilang besar sehingga harganya sangat mahal. Sekolahnya hanya memiliki 14 buku seperti ini.
Louis muda dengan penuh kesabaran berhasil ”melahap” semua buku itu di perpustakaan sekolahnya. Louis Braille dapat merasakan setiap huruf yang dicetak timbul pada buku-buku itu, tetapi cukup menyita waktu untuk dapat membaca dan memahami setiap kalimatnya. Dibutuhkan waktu beberapa detik untuk mengidentifikasi satu kata dan ketika telah sampai pada akhir kalimat, ia sering lupa tentang apa yang telah dibacanya pada awal kalimat. Louis yakin pasti ada cara yang lebih mudah sehingga kaum tunanetra dapat membaca secepat dan semudah orang yang dapat melihat. Suatu hari pada 1821, seorang kapten angkatan bersenjata Prancis, Charles Barbier, berkunjung ke sekolah Louis. Barbier mempresentasikan penemuannya yang dinamakan night writing (tulisan malam), sebuah kode yang memungkinkan pasukannya berbagi informasi rahasia di medan perang tanpa perlu berbicara atau menyalakan cahaya senter untuk membacanya. Kode ini terdiri atas 12 titik timbul yang dapat dikombinasikan untuk mewakili huruf-huruf dan dapat dirasakan oleh ujung-ujung jari. Sayangnya, kode ini terlalu rumit bagi sebagian besar pasukannya sehingga ditolak untuk digunakan secara resmi di kesatuannya, tetapi tidak bagi pelajar tunanetra berusia 12 tahun, Louis Braille. Louis muda segera menyadari betapa sistem titik timbul ini akan sangat berguna jika ia berhasil menyederhanakannya. Setelah kunjungan Barbier, ia serius bereksperimen dengan menghasilkan sistem-sistem titik timbul yang berbeda. Dalam tiga tahun, pada usia 15 tahun, akhirnya ia berhasil membangun satu sistem ideal yang sekarang dinamakan huruf Braille. Tidak berhenti disitu, ia juga terus mengembangkan sistem ini pada tahun-tahun berikutnya dan berhasil menambahkan simbol-simbol untuk matematika dan musik. Pada 1829, Louis Braille menerbitkan Method of Writing Words, Music and Plain Song by Means of Dots, for Use by the Blind and Arranged by Them, buku braille pertama yang pernah terbit di dunia. Kaum tunanetra membaca tulisan braille dengan menggerakkan ujung-ujung jari mereka di atas titik-titik yang timbul itu. Mereka dapat menulis huruf braille pada suatu kertas di atas mesin 6 kunci yang dinamakan braillewriter (penulis braille) dengan menggunakan stytus, alat semacam bolpoin tanpa tinta yang ujungnya runcing. Akhirnya, Louis Braille menjadi guru pada sekolah tempat ia pernah menjadi murid, Royal Institusion for Blind Youth. la menjadi guru yang disukai dan dihormati murid-muridnya. Tetapi sayang, ia tidak sempat melihat sistem baca-tulis temuannya digunakan secara luas di seluruh dunia. Pada 6 Januari 1852, di usia yang ke-43, ia meninggal karena serangan TBC.
2. Louise Braeille seorang diantara sekian banyak orang di dunia ini dalam sejarah yang menjadi orang yang berguna bagi dunia. Brailee adalah seorang yang buta, usianya sangat singkat hanya 43 tahun, namun telah menjadi orang berguna dan berjasa bagi dunia dan bagi sesamanya. Pagi ini, mengawali tahun yang baru Firman Tuhan mengajak kita menjadi orang yang berguna bagi sesame terutama berguna bagi Tuhan. Karena itu saya mengajak kita membuka Injil Matius 5:13-16.
3. Khotbah tentang garam dan terang tidak dilepaskan dari khotbah di bukit. Khotbah di bukit adalah salah satu khotbah yang sangat terkenal dalam Perjanjian Baru. Bagian pertama dari khotbah di bukit adalah ucapan berbahagia. Jika kita memperhatikan seluruh ucapan bahagia maka jelas bahwa maksud Yesus adalah jika seseorang memenuhi syarat –syarat dalam kerajaan Allah, maka ia akan menjadi orang yang berbahagia. Pada bagian pertama ini, Yesus berbicara orang secara umum. Namun pada bagian kedua Yesus lebih khusus berbicara tentang Kamu. Yesus tidak bicara lagi tentang mereka, tentang semua orang tetapi sekarang berbicara tentang kamu. Bukan orang lain sekarang.
4. Yesus berkata kamu adalah garam dunia. Yesus memakai perumpamaan yang sangat sederhana sekali. Garam rasanya asin dan merupakan bahan yang amat penting bagi rumah tangga. Garam berguna untuk
– Penyedap masakan.
– Pengawet makanan.
– Bumbu membuat jamu-jamuan
– dan lain sebagainya.
Pada zaman dahulu garam merupakan barang yang sangat berharga. Orang Yunani menganggap garam sebagai yang ilahi (theion), Orang romawi memiliki peribahasa yang begitu mengagungkan garam berkata demikian TIDAK ADA SESATU YANG LEBIH BERGUNA DARI PADA MATAHARI DAN GARAM. Orang Romawi memakai garam sebagai korban yang sangat menyukakan hati dewa-dewa mereka. Orang Yahudi juga memakai garam sebagai campuran terhadap korban bakaran bagi Allah.
5. Selanjutnya Yesus berkata kamu adalah terang dunia. Terang yang sesungguhnya adalah Yesus sendiri (Yahanes 9:5). Namun Yesus berkata bahwa semua murid-muridNya adalah terang dunia. Terang adalah lawan dari kegelapan. Terang berfungsi mengusir kegelapan dan terang selalu menang terhadap kegelapan. Terang supaya bisa berfungsi, maka ia harus diletakkan ditempat yang tinggi supaya bisa menerangi kegelapan. Terang akan sangat berfungsi ketika diletakkan di tempat yang bisa dilihat oleh semua orang.
6. Ada dua contoh yang dipakai oleh Yesus ketikaberbicara mengenai terang.
– Kota yang terletak diatas gunung. Kota yang terletak diatas gunung memang selalu terlihat dan inilah gambaran tentang terang yang memang akan selalu terlihat bahkan dari tempat-tempat atau sudut-sudut terjauh dari dunia ini. Lebih dari itu, kota di atas gunung juga menghunjuk kepada Kota Yerusalem yang memang terletak di dataran yang sangat tinggi. Kota Yerusalem dikenal pada zaman dahulu sebagai kota yang menjadi “TERANG BAGI BANGSA-BANGSA KAFIR.”
– Pelita. Pelita adalah alat penerang yang penting di Israel. Pada waktu itu tidak ada listrik, orang hanya menyalakan pelita. Bahkan untuk menyalakan api saja pada waktu itu tidak ada korek api seperti sekarang. Perlu susah payah untuk menyalakan pelita dan mengusahakan supaya pelita itu tetap menyala. Pelita itu diletakkan di atas kaki dian atau tempat yang tinggi sehingga bisa menerangi semua sudut ruangan rumah.
7. Entah itu garam ataupun terang keduanya sangat berguna bagi masyarakat Israel. Tuhan juga ingin murid-muridNya menjadi garam dan terang dimanapun mereka berada. Murid-murid harus menjadi alat yang berguna bagi sesame terlebih bagi Tuhan.
– Apakah saudara mau menjadi orang yang berguna atau tidak?
– Apakah saudara bersedia menjadi orang yang berguna?
– Apakah saudara rela digunakan oleh Allah dalam pekerjaanNya?
– Apakah saudara dengan gembira menggunakan segala potensi yang anda punya untuk melayani Tuhan dan sesame?
8. Ilustrasi:
Ketika Paulus dipenjarakan di Roma. Paulus ternyata tidak sendiri. Ada beberapa murid yang dengan setia mendukung dan membantu Paulus di penjara. Salah satunya adalah Epafroditus. Epafroditus adalah seorang yang berasal dari Filipi. Aarti namanya adalah cantik atau mempesona. Apakah pekerjaan yang dilakukan Epafroditus? Rupanya ia adalah seorang kurir yang selalu pulang pergi mengantar surat Paulus maupun juga mengantar persembahan jemaat Filipi yang mendukung pelayan Paulus. Walaupun ia seorang kurir namun ia melakukan tugasnya dengan baik dan setia. Ia tidak hanya berjuang keras membawa surat dan uang dari dan kepada Paulus namun ia juga ikut membantu paulus selama di penjara. Kegigihannya dalam bertugas membuat ia pernah jatuh sakit. Namun epafroditus tetap semangat dalam pelayanan. Epafroditus telah menjadi orang yang sangat berguna bagi pekerjaan Tuhan.

9. Yesus mengatakan KAMU adalah Garam dan Terang. Yesus tidak mengatakan mereka, atau dia atau orang pada umumnya. Yesus berkata Kamu. Karena itu jangalah kita berkata firman ini bukan untuk saya tetapi untuk si A. lebih cocok untuk si B dan seterusnya. Firman ini untuk kamu, kamu dan kamu.
10. Tetapi Yesus mengingatkan kita supaya garam itu tidak menjadi tawar dan pelita itu jangan DITARUH DI BAWAH GANTANG sehingga tersembunyi dan tidak kelihatan. Jika hal demikian yang terjadi, maka Yesus memberikan peringatan yang sangat keras. “TIDAK ADA LAGI GUNANYA SELAIN DIBUANG DAN DIINJAK ORANG.” Kalimat ini adalah pernyataan yang tegas dan keras. Yesus tidak bermain-main ketika ia berkata kamu akan dibuang dan diinjak orang. Pada umumnya garam di Israel pada masa itu diambil di sekitar laut Mati. laut mati adalah laut yang memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Di sekitar laut mati tersebut ada bukit garam yang disebut JEBEL USDUM yang begitu luas. Garam untuk kebutuhan pokok diambil dari bukit-bukit karang garam yang banyak terdapat di situ. . Namun karena sengatan matahari, SEHINGGA TERJADI PERUBAHAN KIMIAWI yang menyebabkan lapisan luar karang garam tersebut berkurang rasa asinnya kemudian dibuang dan menjadi tidak berharga.
11. Sudara-saudara, banyak hal yang menyebabkan garam kita menjadi tawar dan pelita kita tidak menerangi dunia sebagaimana mestinya atau dengan kata lain banyak hal yang dapat membuat kita menjadi tidak berguna bagi sesame dan bagi Tuhan,
12. Mungkin saja kesombongan. Kita merasa diri kita lebih pintar dan bisa dari orang lain. Tuhan tidak mau menggunakan atau memakai orang-orang yang merasa diri pintar dan tidak memiliki kerendahan hati. Justru Allah secara mengherankan banyak memakai atau menggunakan orang-orang bodoh namun rendah hati.
13. Mungkin saja kebalikannya. Kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa, kita tidak memiliki apa-apa atau mungkin kita merasa bahwa diri kita tidak berguna. Perasaan semacam ini akhirnya membuat kita tidak lagi memaksimalkan potensi yang kita miliki dan lambat laun kemampuan itu semakin terkikis atau tumpul bahkan akhirnya tidak berguna.
Contoh: Saudara kalau punya pisau tidak digunakan dan saudara geletakkan begitu saja akan menjadi karatan. Demikian juga hidup kita bisa menjadi karatan kalau tidak digunakan dengan baik.
Contoh 2: Jennifer baru saja mendengar laporan yang mencemaskan tentang meningkatnya kasus depresi di kalangan kaum wanita. Laporan itu menyebutkan peningkatan serupa terjadi dalam pengkonsumsian alkohol dan ketergantungan pada obat-obatan. “Apa yang akan Kaulakukan untuk kondisi seperti ini, Tuhan?” doa Jennifer. Namun semakin dalam ia memikirkan tentang hal itu, semakin ia merasa bahwa Allah memintanya untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, saat itu yang ia lihat hanyalah keterbatasan dirinya. Untuk menolongnya mengatasi hal itu, ia membuat daftar beberapa alasan yang menahannya untuk bertindak, yakni rasa malu, takut terlibat, tak ada waktu, kurang peka, merasa tidak mampu, takut gagal. Semuanya itu adalah sederetan daftar yang mengecilkan hati! Seusai membuat daftar itu, ia melihat bahwa sudah tiba waktunya untuk menjemput anak-anaknya di sekolah. Kemudian ia mengenakan mantel dan meraih sarung tangannya. Sarung tangan itu baru berguna setelah ia menyusupkan tangan ke dalamnya. Saat itulah ia menyadari bahwa Allah tidak menginginkan ia memikirkan keterbatasannya. Sebaliknya, Dia ingin mencurahkan kuasa-Nya kepadanya dan bekerja melalui dirinya, seperti halnya sarung tangannya yang menjadi berguna setelah ia memasukkan tangan ke dalamnya. Mengapa kita merasa tidak mampu melakukan pekerjaan yang Allah berikan? Dia ingin mengasihi orang lain melalui kita, “seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”

14. Tidak ada orang yang punya cita-cita menjadi orang yang tidak berguna. Semua ingin menjadi orang berguna. Anak-anak, remaja, pemuda, dewasa bahkan ketika kita sudah berusia lanjutpun kita tetap ingin menjadi orang yang berguna. Anda mungkin masih ingat dengan Simeon dan Hana. Mereka adalah orang-orang yang sudah lanjut usia, namun masih berguna bagi Tuhan dan mereka sendiri bersedia dipakai oleh Tuhan menjadi alat ditangannya.
15. Mari kita menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bagi masyarakat bagi gereja Tuhan. Jangan menunggu orang lain menggunakan kita. Namun pergunakankanlah karunia dan talenta yang kita punya untuk melayani Dia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: